Ini Dia Hubungan Antara Asma dan Sinusitis

By   May 16, 2016

Ini Dia Hubungan Antara Asma dan Sinusitis,- Apakah anda merupakan salah satu dari penderita sinusitis yang juga memiliki asma? Pernahkah anda bertanya adakah keterkaitan antara asma dan sinusitis?. Untuk sebagian orang infeksi sinus atau sinusitis dan asma memiliki hubungan satu sama lain. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, setengah dari penderita asma parah memiliki sinusitis kronis.

Hubungan Antara Asma dan Sinusitis

Ini Dia Hubungan Antara Asma dan Sinusitis

Ada beberapa keterkaitan antara asma dan sinusitis seperti..

Beberapa teori mengemukakan mengapa kedua penyakit ini dapat memiliki keterkaitan satu sama lain, yaitu diantaranya :

  • Proses peradangan yang dipengaruhi oleh paparan umum yang berasal dari lingkungan. Menimbulkan Iritasi, infeksi, dan alergen yang dapat mempengaruhi lapisan mukosa sinus dan saluran nafas bagian bawah secara bersamaan.
  • Gejala sinusitis dan paru-paru berbagi koneksi jaringan saraf satu sama lain antara hidung, sinus, dan paru-paru.
  • Post nasal drip dapat memicu batuk dan radang asma.
  • Sinus, hidung dan paru-paru membentuk satu saluran nafas dan berefek satu sama lain ketika salah satu terkena infeksi.

Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan antara infeksi sinus dan asma. Satu studi menunjukkan bahwa, jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki asma, gangguan sinusitis akan mengalami dampak seperti :

  • Cenderung menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi penderita asma. (baca juga: obat asma)
  • Memungkinkan menimbulkan flare asma lebih parah.
  • Terganggunya waktu tidur.

Secara khusus, gejala sinusitis dapat memicu seseorang mengalami asma. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa keparahan asma berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit sinus, satu dari lima orang dengan sinusitis kronis memiliki asma. Demikian pula, orang-orang dengan asma atau alergi memiliki resiko lebih tinggi untuk sinusitis, dan resiko tertinggi di antara mereka dengan asma berat, terutama ketika digabungkan dengan gejala polip hidung atau sensitivitas terhadap aspirin. 80 persen orang dengan asma aspirin yang diinduksi memiliki gejala sinusitis. Penelitian lain menunjukkan bahwa gejala asma membaik, dan meningkatnya fungsi paru-paru terjadi setelah sinusitis diobati. Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa iritabilitas saluran nafas penderita asma dari paru-paru dapat membaik dengan pengobatan sinusitis.

Resiko gangguan sinusitis mungkin juga tidak sama untuk semua orang yang memiliki asma. Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa sinusitis ditambah dengan asma lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini mungkin lebih umum pada golongan ras kulit putih daripada kelompok ras lainnya. Merokok juga dapat meningkatkan resiko seseorang yang memiliki asma, mengembangkan gangguan sinusitis yang lebih parah. Pada penderita asma yang memiliki gangguan sinusitis, membuat penderita menjadi sulit dikontrol.

Apakah Ada Pengobatan Yang Bekerja Untuk Asma dan Sinusitis ?

Cara pengobatan untuk kedua kondisi tersebut memang berbeda, tetapi pengobatannya mungkin tumpang tindih, terutama ketika kedua kondisi alergi terjadi secara bersamaan. Tetes Kartikosteroid dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada dua kondisi tersebut, dan leukotrien-antagonis, sering diresepkan untuk asma, juga dapat membantu mengurangi gejala sinusitis. Selain itu, suntikan imunoterapi, atau alergi bisa mengobati alergi yang mendasari terjadinya gejala asma dan sinusitis.

Berikut beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kondisi tersebut :

  • Menghindari infeksi saluran pernafasan atas, dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan tindakan pencegahan.
  • Melakukan pengobatan segera jika mengalami infeksi saluran pernafasan.
  • Berhati-hati dalam mengobati alergi, konsultasikan dengan dokter atau ahli medis lainnya.
  • Menghindari asap rokok dan polutan lainnya yang dapat menggangu kesehatan.
  • Instalasi filter udara HEPA di kamar tidur anda.
  • Menggunakan sistem penyaringan udara di rumah anda.

Dalam perawatan kesehatan, menggunakan semprotan hidung dekongestan berlebihan dapat menyebabkan penyumbatan yang lebih parah. Maka dari itu anda sebaiknya mencoba dengan menyemprotkan air garam hangat ke dalam hidung atau menghirup uap air yang baru dimasak, kegiatan ini setidaknya dapat membantu mengurangi penyumbatan yang terjadi.

Jika terjadi infeksi sekunder pada area sinus, anda mungkin membutuhkan antibiotik, para ahli medis mungkin meresepkan selama sekitar 10 sampai 14 hari. Tetapi ingat bahwa antibiotik hanya bekerja dalam kasus-kasus infeksi bakteri. Mereka tidak akan membantu dalam pengobatan virus. Anda mungkin harus mengambil beberapa macam obat sesuai yang diresepkan dokter, bahkan jika anda mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari.

Jika anda memiliki penyakit sinus kronis, anda harus berhati-hati apalagi jika anda juga memiliki penyakit asma. Terapi spesifik untuk sinusitis juga dapat memiliki dampak positif pada perawatan asma.

Anda Mencari Obat Sinusitis dan Asma Tanpa Efek Samping ??

Sangat Tepat Kedatangan Anda di Ramdan Herbal
KINI HADIR… QnC Jelly Gamat, Ahlinya Obat Sinusitis Herbal untuk Semua Usia

Telah teruji klinis dan TERBUKTI AMPUH mengobati sinusitis secara ALAMI dengan reaksi cepat. Bukan hanya sinusitis, QnC Jelly Gamat pun memiliki sifat multikhasiat, dimana kandungan gizinya baik untuk sistem pernafasan, termasuk untuk penderita sakit asma. Legalitasnya terjamin dengan terdaftar di DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 serta bersertifikat HALAL dari MUI.

Harga QnC Jelly Gamat MURAH, Hanya Rp 155.000 perbotol, belum termasuk ongkir.
>> BELI BANYAK, HARGA LEBIH MURAH <<

INFORMASI PEMESANAN KLIK → Obat Sinusitis Herbal

Semoga artikel ini bermanfaat.. Salam Sehat 🙂

Ini Dia Hubungan Antara Asma dan Sinusitis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *